Pipa PVC

Pipa polimer yang paling banyak diproduksi dan digunakan setelah polyethylene dan polypropylene ini terbuat dari residu hasil percobaan kimia yang tidak disengaja. Awalnya material PVC tidak populer dan tidak ada orang yang menggunakannya untuk keperluan industri. Setelah industri manufaktur untuk material sudah lebih maju, PVC kemudian mulai marak digunakan dengan menambahkan plasticizer ke dalam senyawanya agar memiliki sifat material yang diinginkan.

PVC yang digunakan untuk industri konstruksi tidak menggunakan plasticizer atau biasa disebut dengan uPVC (unplasticized Poly Vinyl Chloride).

Mayoritas penggunaan pipa uPVC adalah untuk menggantikan pipa besi atau pipa baja pada jalur instalasi pembuangan limbah, selain itu bahan uPVC juga digunakan sebagai pengganti kayu di industri konstruksi.

Berdasarkan standarisasinya, pipa PVC di Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis antara lain:

Pipa PVC Standar AW/D

Biasanya standar ini adalah standar bawaan dari pabrik dan menggunakan tipe sambungan dengan standar JIS. Pipa PVC standar AW dapat disambungkan dengan pipa PVC standar JIS.

Pipa PVC JIS

Pipa dengan standar jepang yang luas digunakan untuk industri yang memerlukan jalur instalasi pipa air bertekanan. Hanya bisa disambungkan dengan pipa PVC standar JIS juga atau dengan pipa PVC standar AW.

Pipa PVC SNI

Pipa dengan standar khusus Indonesia ini hanya bisa disambungkan dengan pipa PVC dengan standar SNI juga.